Menaruh Peduli

Permasalahan menuntut kita untuk mencari solusi, karena jika tidak, kita yang akan terkena seleksi.

Iklan

Badai

Malam semakin jatuh ke dasar cakrawala, nyanyian serangga bergema di setiap sudut kesepian. Aku masih membuka mata, berharap mampu terlelap dalam ramainya kecamuk amigdala. Ingatanku kembali pada ucapannya senja tadi, "ada beberapa hal yang gak bisa diungkap dengan lisan, tapi ada banyak hal yang mampu dijelaskan dengan tulisan" Aku terjaga dengan benak penuh tanya, apa… Continue reading Badai

Kau Tanya, Aku Jawab

Kau bertanya pada semesta, mengapa harus terlelap kembali hanya demi mengejar mimpi sialan itu? Bagiku ini sederhana, kau maya dan nyata di saat yang sama. Sosokmu di dunia adalah nyata adanya, tapi hadirmu di depan mata tak lebih dari suatu foto di dunia maya. Temu hanyalah ketidakpastian yang nyata, mencipta rindu menjadi tumpukan-tumpukan debu pada… Continue reading Kau Tanya, Aku Jawab

Abadi (2)

Beberapa buku, tapi banyak cerita Pikiran selalu dipenuhi hal-hal baru ingatan-ingatan lama tertumpuk dibawahnya semakin lama, semakin bawah, hingga akhirnya ingatan menyerah ditelan oleh ketidakabadian Menulis adalah mengabadikan suatu kejadian menyimpan rapat-rapat agar bisa kembali diingat Kamu mungkin pergi mungkin hilang diantara sepi tapi kamu akan tetap abadi dalam tulisan yang aku tata sedemikian rapi… Continue reading Abadi (2)

Abadi

Aku menemukan diri diantara ramai sedang berdiri sendiri menengok kesana kemari sambil didekap sepi Sadar Tawa ada dimana-mana perbincangan ada di segala penjuru kesedihan menjadi samar Ternyata yang terlihat adalah fana Tapi, aku abadi dalam gemuruh perasaanku

Ego

Biar aku memberi tau satu hal, Jarak itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan doa-doa kita, yang Tuhan pertemukan diantara ribuan kemungkinan. Rindu yang mengisi kekosongan di dada tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kerinduan akan bertemunya kita dengan Tuhan. Kita melangitkan kerinduan, Merapal harapan, Menyembunyikan ketakutan. Kita sekumpulan orang yang bersembunyi dibalik keegoisan, bertameng kesalahan yang… Continue reading Ego

KATA-KATA KITA

Kita adalah keresahan paling rahasia, dipalung paling dalam dengan sepi yang memenjara.Kita adalah sebentuk keresahan bagi orang lain, dan orang lain adalah salah satu keresahan yang kita rasa.Kita rantai yang saling berkait, mengikat yang satu dengan yang lainnya, orang mengatakannya tak terpisahkan.Kita juga dua hal yang berbeda yang dipaksa untuk sama disatu waktu yang tidak… Continue reading KATA-KATA KITA

Sibuk

Akhir-akhir ini saya seringkali dikejar deadline tugas, bahkan sebelum deadline berakhir, tugas lain sudah datang lagi. Dan hal ini menyita seluruh waktu, tenaga dan materi yang saya miliki. Karena hal ini pula, mengeluh bahkan seperti rutinitas yang tiada hentinya. Meskipun saya menyadari bahwa mengeluh tidak membantu apa-apa, malah semakin membuat saya malas dalam mengerjakan tugas,… Continue reading Sibuk

Cerita Tuan Puan Soal Rasa

Tuan, mari melangitkan rindu Diatas kepasrahan yang mendekati pilu Yang dikumpulkan bersama rindu lain yang melanglang buana di angkasa Puan, akankah rindu akan saling bertemu Diantara titik nadir dan detak yang saling bertalu? akankah kita bersua di ramainya rasa yang mengelilingi jiwa? Mungkin aku akan hilang langkah nanti Atau mungkin aku tak akan kembali Tuan,… Continue reading Cerita Tuan Puan Soal Rasa

Mencari Singgahan

Kepada Wicahya yang sudah tidak ada di depan mata, tetaplah baik-baik saja, meski ditinggal pergi selalu meninggalkan luka. Setidaknya kita pernah ada di posisi yang sama, aku ditinggal pergi karena kau memilih kembali, dan kau ditinggal pergi karena kau bukan orang yang dipilih. Jangan lupa, aku sudah merasakannya sebagai yang pertama, kini kau gilirannya. Tapi,… Continue reading Mencari Singgahan

Hujan

Hujan mungkin mampu menghapus jejak langkah kaki kita yang pernah pergi berkelana berdua. Tapi di saat yang sama, kenang akan menggenang disudut amigdala. Sesuatu yang percuma jika aku memaksa untuk lupa, Karena pada hakikatnya kau pernah ada disudut ruang paling penting bersama rahasia-rahasia lainnya. Menjelma menjadi sesuatu yang hingga kini masihlah ada, sebagai pelajaran berharga… Continue reading Hujan

Terbenam

Pena lagi-lagi menari dengan kata, membawaku berkelana, ke masa-masa dimana kita masihlah ada. Tapi, air mata jatuh disaat yang sama, karena kenang mengusik amigdala. Rasa dikoyak hingga rusak, aku terisak, dada sudah lelah berdetak. Kaki ingin menghentak, melawan ketidakberdayaan hanya karena kepingan ingatan. Hingga aku pasrah, lalu tenggelam tanpa sempat mampu menggapai permukaan, kemudian terombang-ambing… Continue reading Terbenam

Hak

Aku berhak menjaga hati agar tidak terluka lagi. Selayaknya juga kamu yang berhak berjuang untuk mendapatkanku lagi. Tidak ada yang salah. Tapi kali ini, aku menolak untuk patah, aku tidak ingin pasrah, aku tidak ingin menyerah. Suatu kesalahan jika kali ini aku menaruh perasaan, apalagi setelah dicampakkan. Aku tidak ingin menjadi orang bodoh yang selalu… Continue reading Hak

Bara

perlahan tapi pasti, bara kan merenggut apa yang ada di sekitarnya. dengan lalapan merah menyala, juga panas yang diudarakannya, maka benda sekeras tembok juga mampu runtuh dalam sekejap mata. selayaknya emosi yang menguar di udara dari mulut seorang manusia, dengan mudah mampu meruntuhkan hati yang lembut bagai sutra, bahkan mampu meluluhlantahkan hubungan dua manusia yang… Continue reading Bara

Dan Brown dan Inferno

Dan Brown adalah penulis The Da Vinci Code, salah satu novel yang paling banyak dibaca sepanjang waktu, bestseller internasional The Lost Symbol, Angels & Demons, Deception Point, dan Digital Fortress. Dia tinggal di New England bersama istrinya. Inferno adalah salah satu karyanya yang sukses hingga di dunia internasional. Berkisah mengenai seorang Profesor sejarah seni dan… Continue reading Dan Brown dan Inferno

Aku Ingin Lupa

Jika, Aku diminta untuk lupa. Maka, Aku ingin lupa bagaimana cara semesta membuat temu antara kita pada saat yang pertama Aku ingin lupa bagaimana cara kita menghabiskan waktu bersama beberapa saat setelah temu perdana Aku ingin lupa rasanya bahagia hanya karena melihat tawamu yang lepas Aku ingin lupa rasanya terluka hanya karena aku gagal untuk… Continue reading Aku Ingin Lupa

Aku Ingin Berteduh

Aku ingin berteduh dimatamu, dibawah kantung menghitam yang kian hari kian kelam namun tetap teduh untuk dipandang. Aku ingin berteduh dari peliknya hiruk pikuk dunia yang hampir hilang kewarasannya. Lalu terlelap dengan selimut kasih dan nyanyian sayang dari bibirmu yang ranum. Aku tidak ingin patah, tapi bilamana aku harus rubuh, biarkan aku jatuh pada dekapmu… Continue reading Aku Ingin Berteduh

Rindu Tidak Pernah Tuntas, Tuan

Tapi lagi-lagi malam ini, rindu hanya menggantung di langit-langit, terombang-ambing tanpa tau kemana dia harusnya berlabuh. Karena yang jiwanya dirindu, tidak diketahui keberadaannya. Lebih parahnya, tidak diketahui pula, dia merindu yang sama atau bahkan sebatas nama saja sudah tidak terlintas di benaknya. Seharusnya sedari awal pisah, tak perlu lagi ada kata gundah akan rindu yang… Continue reading Rindu Tidak Pernah Tuntas, Tuan

Berhenti Bertanya

Barangkali, ini waktunya aku mengerti. Bahwa luka yang mendera dalam dada, tak semata-mata karena kamu yang pergi tetiba. Barangkali, aku harus lebih sering mengaca dan bertanya mengenai kemungkinan alasanmu pergi. Sudah bukan lagi waktunya mencaci sikapmu yang pergi seenaknya dan menempatkan diriku sebagai korban yang paling menderita. Karena, beberapa hal dilakukan memang beralasan, termasuk keputusanmu… Continue reading Berhenti Bertanya

Hanya Satu

Kita hanya butuh satu orang dari ratusan miliar manusia di bumi yang bersedia mengerti tanpa diminta. Kita hanya butuh satu orang dari ratusan miliar manusia di bumi yang berusaha mengulurkan tangan saat yang lain malah berlomba menghempaskan. Kita hanya butuh satu orang dari ratusan miliar manusia di bumi yang peduli disaat yang lain memilih untuk… Continue reading Hanya Satu